KH Sanusi Baco: Bismillah dan Insyaallah Mulai Luntur dari Keseharian

MAKASSAR - Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH Sanusi Baco melihat masyarakat saat ini sudah tidak lagi mengawali setiap kegiatannya dengan “Bismillah”. Demikian juga dengan “Insya Allah” untuk memasang tekad tertentu. Kiai Sanusi mengatakan, ucapan ringan itu berdampak kebaikan luar biasa.

“Bahkan Nabi Muhammad Saw sendiri dalam sabdanya mengaitkan manfaat kegiatan dengan lafal ‘Bismillah’. Ini menunjukkan pentingnya Bismillah itu,” kata Kiai Sanusi di hadapan hadirin lailatul ijtima’ di masjid Darul Hijrah jalan Rajawali nomor 1 kelurahan Lette kecamatan Mariso, Makassar, Kamis (18/9) malam.



Anregurutta Sanusi menerangkan perlunya lafal “Insya Allah”. Kalimat itu, menurutnya, merupakan wujud pengakuan kelemahan dan keterbatasan manusia.

“Kenapa harus membiasakan ‘Insya Allah’? Ini sebuah ikrar kehambaan bahwa hanya Allah lah yang Maha Kuasa. Sebagai makhluk yang lemah, manusia dalam segala aktivitas dan upayanya haruslah pasrah kepada Allah,” Anregurutta Sanusi mengimbau hadirin.

Lailatul ijtima’ kesempatan ini digelar untuk pertama kali oleh PCNU kota Makassar. Ketua PCNU Makassar Abdul Wahid Thahir berjanji akan menggelar rutin malam lailatul ijtima’ pada pekan ketiga setiap bulannya.

“Lailatul Ijtima' ini merupakan program wajib dari masjid ke masjid, lorong ke lorong, untuk menyapa warga NU dengan segala tradisi ke-NUan seperti antara lain menghormati makam ulama, wali, Yasinan, Tahlilan, Barzanjian, Burdahan, dan lainnya,” kata Abdul Wahid dalam sambutan.

Sumber: NU Online

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "KH Sanusi Baco: Bismillah dan Insyaallah Mulai Luntur dari Keseharian"

Post a Comment