Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik

Jombang,
Puluhan Santri dan Pelajar Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas kabupaten Jombang terlihat antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar KPM Bahrul Ulum bersama Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan (PWI) Perwakilan Jombang.

Kegiatan yang diikuti santri putra dan santri putri yang tergabung dalam KPM BU itu digelar di Aula Yayasan Pondok Pesantren selama dua hari. "Saya minta usai mendapatkan pelatihan jurnalistik ini, santri yang tergabung dalam KPM Bahrul Ulum bisa menghidupkan lagi media pesantren, apakah itu buletin, majalah atau website.”

Kegiatan yang tertajuk Sekolah Jurnalistik Pelajar dan Santri menghadirkan kalangan awak media cetak dan televisi. Mereka antara lain Sutono wartawan Harian Surya, Ramadlan , Syafii, Radio Elshinta, Syaiful Arif, fotografer Antarajatim, Yusuf Wibisono Berita Jatim, dan Amir Metro TV.

"Santri harus terbiasa menulis, apakah itu menulis berita, sejarah. Semuanya bisa ditulis dan dipublikasikan. Ini adalah kesempatan langka, karena seluruh narasumber untuk pelatihan mulai dari catak, online dan TV hadir memberikan materi," ujar Syafi'i, pengurus PWI Perwakilan Jombang mengatakannya.

Santri harus bisa meniru KH Wahab Hasbullah, pendiri pesantren Bahrul Ulum sekaligus pendiri NU, karena ia sudah terjun dalam dunia jurnalistik sejak tahun 1928. Dengan mendirikan Majalah Warta Nadhatoel Oelama dengan tulisan arab pegon.

"Karenanya santri harus melanjutkan perjuangan Mbah Wahab dalam dunia jurnalistik," imbuhnya.

Syafi’i menambahkannya, Sekolah Jurnalistik bagi pelajar dan santri sengaja digelar untuk memberikan pemahaman bagi kalangan santri pesantren dan pelajar tingkat SMA atau MA di kota santri di tengah arus besar media yang tidak bisa dibendung. "Kita harus bisa ikut mengisi perkembangan arus media, dengan informasi yang benar, dan ini adalah tugas santri kedepan,” jelasnya, Ahad (29/11).

Beberapa materi yang diberikan di antaranya adalah jurnalistik dasar, teknik reportase, teknik menulis berita, teknik wawancara, fotografi, dan video jurnalis, dan produksi media.

Setelah dari pesantren Tambakberas, sekolah jurnalistik juga dilaksanakan di SMA Wahid Hasyim Tebuireng, MTs Bahrul Ulum Ngoro dan juga SMAN 1 Jombang.

“Pelatihan di masing-masing sekolah digelar selama dua hari. Sedangkan materi yang diberikan seputar dasar-dasar jurnalistik. Semisal, teknik reportase, teknik menulis, serta video jurnalis, dan juga fotografi," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik"

Post a Comment